alamat redaksi

Alamat Redaksi : Yayasan Buddhayana Vidyalaya Jl. Sultan Haji No.80, Sepang Jaya Kec. Kedaton Bandar Lampung

Edisi Buletin

Sabtu, 26 Februari 2011

ZEN DENGAN BUNGA ANGGREK


Narator                     : di dalam cerita Zen, terdapat seorang guru Zen bernama Kim Tai. Beliau sangat suka menanam bunga anggrek, baginya bunga anggrek sama halnya seperti nyawanya sendiri. Suatu hari, sewaktu mau pergi berkelana, guru Zen lalu berpesan pada murid-muridnya demikian.

Guru Zen :saya mau pergi untuk suatu waktu tertentu, kalian semua  harus baik-baik menjaga bunga anggrek.

Murid-murid :baik, suhu.

Murid 1 :suhu tidak usah khawatir.

Murid 2 :kami pasti menjaga bunga anggrek dengan baik.

Guru Zen :Hmm…..sangat baik, baik. Kalian ingat, aa..bunganya harus disiram, yach! Saya sudah mau berangkat.

Murid 1 :sampai jumpa, suhu.

Murid 2 :selamat jalan, suhu.

Murid 3 :hati-hati, suhu. (ketiga muridnya ini berkata berbarengan)

Narrator :murid-muridnya sangat hati-hati sekali menjaga bunga anggrek. Tetapi suatu hari, sewaktu sedang menyiram bunga tersebut, karena kurang hati-hati, seorang murid telah menjatuhkan salah satu pot bunga tersebut. (suara pot bunga pecah) pot bunga tersebut pecah dan berserakan dilantai.

Murid 1 :(suara gugup) Aa…te…te…ga….

Murid 2 :hai…

Murid 3 :gawatlah!

Murid 2 :bagaimana nih?

Murid 1 :(dengan suara sedih) pot bunga anggrek telah pecah  berkeping-keping.

Murid 2 :hayo….abang seperguruan.
 
Murid 1                      :bagaimana jengkelnya suhu, kalau pulang nanti? Entah bagaimana marahnya. Bagaimana nih abang seperguruan?
Murid 2                       :hayo…gawat nih!
Murid 1                       :abang seperguruan
Murid 2                      :ini adalah bunga anggrek yang paling disukai suhu. Abang seperguruan, gawatlah anda nanti, saya juga ikut menjadi khawatir. Tetapi ya…..sudahlah, karena sekarang potnya sudah pecah, tidak bias dikembalikan seperti semula. Sebaiknya tunggu saja, setelah suhu pulang nanti, bertobatlah dan mintalah maaf pada suhu.
Murid 3 :kali ini Amithuofo...lah...
Narator :guru Zen Kim Tai telah pulang, dan mengetahui bunga anggrek telah dipecahkan oleh muridnya menjadi berkeping-keping. Namun bukan saja beliau sedikitpun tidak marah dan tidak memberikan hukuman, malah beliau juga menenangkan muridnya dengan berkata,

Guru Zen :kalau sudah pecah, ya....sudahlah, kalian tidak perlu khawatir. Saya menanam bunga anggrek adalah bertujuan, pertama untuk mempersembahkan bungan harum kepada Buddha, dua, untuk memperindah pemandangan. Bukanlah bertujuan untuk marah, baru saya menanam bunga anggrek.
Narator :setelah murid-muridnya mendengar perkataan demikian, barulah hilang ketakutan dari hati mereka.
 
Guru Zen Kim Tai mengatakan: saya bukan bertujuan untuk marah, baru menanam bunga anggrek. Ini adalah suatu pemikiran dan pandangan yang sangat penting. Jika kita dapat menggunakan kata ini di tengah-tengah kehidupan kita, saya yakin akan memberikan kebaikan dan manfaat yang sangat besar bagi kita.

Pada orang tua yang menghadapi anaknya, kadang-kadang anak-anaknya dapat membuat orang tuanya gelisah dan marah. Kalau pada saat marah, dalam hatinya dapat berpikir, bahwa membesarkan anak, bukanlah bertujuan untuk marah.

Berteman pun karena kesalahpahaman bisa menjadi retak. Saat itu, kalau dapat berpikir demikian, kita berteman dengan tujuan untuk saling mengisi, saling membantu, bukanlah untuk marah.

Suami istri hidup bergandengan, dalam waktu yang lama dan panjang. Bila ada selisih paham, saat itu mereka dapat berpikir, bahwa dua orang hidup bersama, bertujuan untuk saling menyayangi, saling menjaga, bukanlah untuk marah.

Kalau setiap orang dapat berpikir demikian seperti guru Zen Kim Tai, saya yakin kehidupan kita pasti akan dipenuhi oleh kedamaian dan kebahagiaan, dan setiap keluarga tentu akan hidup dengan tenang dan bahagia.

Sekilas STIAB Jinarakkhita


Seiring berjalannya waktu, tak terasa kampus STIAB JINARAKKHITA sudah berjalan  selama + 7 Tahun. Sehubungan dengan hal itu tempat perkuliahan yang masih dalam proses kini mulai terlihat titik terang. 
 
Berkat tekad yang  kuat oleh Bhikkhu Nyana Maitri Maha Stavira, sehingga  Kampus STIAB  mulai mendapatkan titik terang dalam pembangunan. Beliau adalah orang yang paling berambisi dan berperan mengenai kampus tersebut. Melihat tekad dan ambisinya banyak orang yang terketuk dan mulai terbuka hatinya untuk turut serta mensukseskan pembangunan kampus itu.
Pembangunan kampus yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2011 ini, tidak menjadi menjadi masalah, justru menjadi sebuah tantangan bagi orang-orang  yang terlibat dalam mensukseskan kampus STIAB JINARAKKHITA. (mm)

Riwayat Hidup Buddha Gotama


Perayaan Membajak

Setelah Pangeran berumur beberapa tahuan, Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak. Raja sendiri turut membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah alat bajak yang terbuat dari emas.

Sewaktu perayaan berlangsung dengan meriah, dayang-dayang yang ditugaskan untuk menjaga Sang Pangeran merasa tertarik sekali dengan jalannya perayaan itu. Mereka ingin menyaksikan perayaan tersebut dan meninggalkan Pangeran kecil di bawah bayangan pohon jambu. Setelah kembali mereka merasa heran sekali melihat Pangeran sedang bermeditasi dengan duduk bersila.

Dengan cepat mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja. Raja dengan diiringi para petani berbondong-bondong datang untuk menyaksikan peristiwa ganjil tersebut. Benar saja mereka menemukan Pangeran kecil sedang bermeditasi dengan kaki bersila dan tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang sedang memperhatikannya. Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana, yaitu suatu tingkatan pemusatan pikiran, maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik. Ada lagi satu keajaiban lain. Bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi. Melihat keadaan yang ganjil untuk kedua kalinya Raja Suddhodana memberi hormat kepada anaknya.
 
Masa Kanak-Kanak

Setelah Pangeran berusia tujuh tahun, Raja memerintahkan untuk menggali tiga kolam di halaman istana. Di kolam-kolam itu ditanami berbagai jenis bunga teratai (Lotus). Satu kolam dengan bunga teratai yang berwarna biru (Uppala), satu kolam dengan bunga yang berwarna merah (Paduma), dan satu kolam lagi dengan bunga yang berwarna putih (Pundarika). Selain tiga kolam tersebut, Raja juga memesan wangi-wangian, pakaian dan tutup kepala dari negara Kasi, yang pada waktu itu terkenal karena menghasilkan barang-barang tersebut dengan mutu yang terbaik.

Pelayan-pelayan diperintahkan melindungi Pangeran dengan sebuah payung yang indah kemanapun Pangeran pergi, baik siang maupun malam hari lambang dari keagungannya.

Setelah tiba waktunya untuk bersekolah, Raja memerintahkan seorang guru yang bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu pengetahuan. Ternyata Pangeran cerdas sekali. Semua pelajaran yang diberikan, denganc epat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dapat diajarkan kepada Pangeran kecil.

Sejak anak-anak, Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup seperti terlihat dari kisah di bawah ini.
Pada suatu hari Pangeran sedang berjalan-jalan di taman dengan saudara sepupunya, Devadatta, yang pada waktu itu membawa busur dan panah. Devadatta melihat serombongan belibis hutan terbang di atas mereka. Dengan cekatan Devadatta membidikkan panahnya dan berhasil menembak jatuh seekor belibis. Pangeran dan Devadatta berlari-lari ke tempat belibis itu jatuh. Pangeran tiba lebih dulu dan memeluk belibis itu yang ternyata masih hidup. Pangeran dengan hati-hati dan penuh kasih sayang mencabut panah dari sayap belibis tersebut, kemudian meremas-remas beberapa lembar daun hutan dan dipakai sebagai obat untuk menutupi luka bekas anak panah. Devadatta meminta agar belibis itu diserahkan kepadanya karena ia yang menembaknya jatuh. Namun pangeran tidak memberikannya dan mengatakan, “Tidak, belibis ini tidak akan aku serahkan kepadamu.
Kalau ia mati, maka ia benar menjadi milikmu. Tetapi ia sekarang tidak mati dan ternyata masih hidup. Karena aku yang menolongnya, maka ia adalah milikku. Devadatta tetap menuntutnya dan Pangeran masih tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyerahkannya. Akhirnya atas usul Pangeran, mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar dewan memberikan keputusan yang adil dalam persoalan tersebut. Setelah mendengarkan keterangan-keterangan dan penjelasan dari kedua belah pihak, Dewan lalu memberikan keputusan sebagai berikut:
“hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. Hidup tidak mungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya. Karena itu menurut norma-norma keadilan yang berlaku, maka secara sah, belibis harus menjadi milik dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya, yaitu Pangeran Siddhattha.”

Bersambung....


RICHARD GERE DUKUNG ZONA VEGETARIAN BODHGAYA


Awal tahun 2010, aktor vetran Richard Gere memberikan dukungan terhadap upaya menjadi Bodhgaya, tempat peetapa Gotama menjadi Buddha, menjadi Zona Vegetarian. Proyek ini digagas oleh sebuah kelompok bernama Tibetans for a Vegetarian Society. Pendirinya, Tenzin kunga Luding percaya jika rencana tersebut berhasil akan membawa pesan damai dan welas asih yang sangat kuat terhadap makhluk hidup, yang terpancar dari pusat dunia Buddhis. Di abad 21, tekad untuk tidak makan daging merupakan upaya yang sangat mendukung kampanye menyelamatkan bumi.

Orang mungkin akan menganggap vegetarianisasi Bodhgaya yang didukung oleh Richard Gere ini Cuma lip sevice buat mengatasi keseluruhan penderitaan hewan di india. Soalnya disaat komitmen Buddhis untuk sedikit atau nggak makan daging sama sekali ini akan berhadapan dengan fakta bahwa tingkat konsumsi manusia akan daging diseluruh dunia sangat tinggi.
Gere sendiri bukan seorang vegan tulen. Ia hanya pantang makan daging merah, ia msih makan daging putih. Tapi setidaknya dukungan pesohor seperti dirinya bisa membuat kalangan Buddhis lain akan ikut mendukung kampanye ini. Sebuah langkah besar harus dimulai dari langkah kecil. Dan vegetarianisasi bodhgaya ini termasuk langka kecil, tapi bisa memberikan pengaruh besar mengingat Bodhgaya adalah tempat bersejarah bagi umat Buddha. (Sutar/Buddhistdoor.com)
 

Kate Moss menjadi Buddhis


Supermodel kate moss yang dikenal gila pesta dilaporkan makin tertarik pada religi dan muali mempraktekkan meditasi untuk mendapatkan ketenangan. Sebuah sumber menyatakan, “dia telah berubah menjadi Buddhis dan telah membeli sebuah rupan Buddha dari perak setinggi 4 kaki, lebar 2 kaki yang ditaruh di ruang keluarga. Kate ingin menghilangkan stress dan menikmati waktu bermeditasi, dan belajar tentang buddhisme. Dia menemukan ketenangan.”

Si cantik dari inggris ini juga mengajak temannya untuk ikut melakukan hal yang sama, tapi nggak mendapat respon seperti yang ia inginkan. Kepad aharian Daily Mirror, sebuah sumber menyatakan, “Dia menalakan dupa di depan patung dan mengajak teman-temannya melakukan hal serupa. Tapi yang ada teman-temannya malah duduk terdesak asap dupa.”

Kate, yang telah mempunyai anak cewek 6 tahun bernama Lila Grace, menurut orang dekatnya, berharap Buddhisme dapa membantunya meninggalkan hidupnya yang liar. Beberapa waktu lalu, teman sekaligus mentornya, Sir Philip green, mengingatkannya agar lebih bertanggung jawab. “Philip secara terang-terangan bilang bahwa kehidupan pestanya sudah berlebihan. Dia bilang pada kate agar melihat dirinya sendiri untuk kebaikannya sendiri dan mengingatkannya untuk kmenjauhi kebiasaan menenggak alkohol,” kata sumber tapi. Philip menyatkan, jika ia sampai gagal mencegah kate terjebak kekmbali dalam hiudp yang liara, kate pasti akan kembali masuk pusat rehabilitasi. Harusnya kate sudah cukup dewasa -35 tahun untuk tahu mana yang baik buat dirinya. (sutar/buddhistchannel.tv)

DEWI LESTARI NOVEL PERAHU KERTAS AKAN DI FILMKAN


Novel terbaru Dewi Lestari berjudul perahu kertas, akan diangkat ke layar lebar. Dibandingkan lima novel terdahulunya, novel setebal 444 halaman ini memang dirasakan Dee, sapaan akrab Dewi Lestari, paling cocok untuk divisualisasikan. “bisa dibilang ini (perahu kertas) kisah yang paling filmis. Bisa digarap menjadi sebuah skenario karena unsur dramanya sudah kuat,” tutur Dee suatu ketika.

Novel ini awalnya diedarkan secara digital oleh sebuah operator selular. Sejak perahu kertas ditulis, Dee memang sudah berharap cerita ini akan diangkat ke layar lebar. Judul novel yang awalnya berjudul keenam dan kugy, atas usulan kakaknya pun akhirnya diganti. “Perahu kertas adalah obyek metaforik yang bisa dikembangkan dalam segi makna dan visual,”lanjut dee.

Niat untuk dibikin film juga ia tempuh dengan menggandeng bentang untuk menjadi penerbit novelnya. Bentang merupakan bagian dari Mizan Publishing yang latif mengangkat novel ke layar lebar, seperti laskar pelangi. Namun, belum ada perjanjian resmi yang memastikan karyanya akan difilmkan. Jika nantinya benar dijadikan film, Dee ingin dilibatkan dalam penulisan dan kasting. “kalau tak melibatkan penulisan akan banyak disenterpretasi,” tandas Dee. (sutar/kokpas)

Didukung facebooker raih nobel perdamaian


Thich nhat hanh

Kalau beberapa waktu lalu di indonesia ada grup sejuta facebooker dukung bibit samadchandra hamzah, kini ada juga yang mendukung thich nhat hanh untuk memperoleh nobel perdamaian tahun 2010. Nama grupnya ‘Candidate for Nobel Peace Price 2010: Thich Nhat Hanh’. Grup tersebut digagas tanggal 11 desember 2009 lalu oleh hue chuyen seth kerntcil dan oleh chirster F.Lund.
Thich Nhat Hanh yang kelahiran Vietnam dikenal luas sebagai master Zen, penyair, guru meditasi, dan aktivis hak asasi manusia dan perdamaian dunia. Saat ini beliau memimpin perdamaian dunia. Saat ini beliau memimpin sebuah pusat retret meditasi Plum Village di Perancis. Tahun 1967, Dr.Martin Luther King, Jr Sendiri ketika itu langsung mengirim surat resmi kepada panitia Nobel tanggal 25 januari 1967. “sebagai peraih Nobel perdamaian tahun 1964, saya sekarang dengan senang hati mengajukan nama Thich Nhat hanh untuk penghargaan serupa untuk tahun 1967,”Luther King memulai suratnya, “saya rasa tidak ada orang lain yang lebih pantas menerima Nobel perdamaian selain bhiksu dari vietnam ini.”
 
Luther King kemudian bercerita bagaimana Thich Nhat Hanh berjaung dengan cara damai dan welas asih melawan tindak kekerasan yang merajalela di negaranya. Beliau sendiri akhirnya harus mengungsi dari vietnam untuk keliling dunia mewatakan pesan damai melalui ceramah, retret, menulis, membuat syari dan lain-lain. Sayangnya, tahun itu pengadugerahan Nobel perdamaian ditiadakan. “idenya tentang perdamaian, jika diterapkan, akan membangu sebuah monument untuk ekuminisme, untuk persaudaraan dunia, untuk kemanusiaan,”tambah Luther King. Dan ide Luther King ini kini dihiupkan kembali melalui facebook. Join dan iktu dukung yuk (sutar).