alamat redaksi

Alamat Redaksi : Yayasan Buddhayana Vidyalaya Jl. Sultan Haji No.80, Sepang Jaya Kec. Kedaton Bandar Lampung

Edisi Buletin

Sabtu, 26 Februari 2011

BERKAH METTA

 

Sabbe satta sabbe pana, sabbe bhuta ca kevala
Sabbe bhadrani passantu, ma kinci papamagama

Semoga semua makhluk hidup, yang dilahirkan dan yang belum lahir, semoga semuanya tanpa terkecuali merasakan kebahagiaan, semoga mereka bebas dari penderitaan. (Anguttara Nikaya 11:72)

Umumnya manusia memiliki sifat membenci, selama ia belum mengatasi kebencian dalam dirinya. Pikiran-pikiran yang didasari kebencian semacam ini, jika dikembangkan akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu orang bijaksana akan berusaha mengendalikannya dengan mengembangkan pikiran-pikiran yang bersumber dari cinta kasih (Metta).

Pikiran-pikiran yang penuh metta apa bila dikembangkan akan membawa pahala yang besar sekali. Jadi bila pengembangan cinta kasih, melalui salah satu pernyataan ini, ia akan mendapatkan 11 keuntungan atau berkah metta.
Dalam hal ini, tidur dengan nyenyak berarti kebalikan dari tidur dengan tidak nyenyak, berbalik kesana kemari dan mendengkur seperti pada kebanyakan orang, ia tidur dengan tenang, ia tertidur seolah-olah memasuki suatu pencapaian.
Ia bangun dengan segar. Kebalikannya dari bangun dengan tidak segar, merintih dan menguap serta berbalik kesana kemari, seperti pada kebanyakan orang. Ia bangun dengan segar tanpa menggeliat-geliat, bagaikan sekuntum bunga teratai yang sedang mekar.

Ia tidak bermimpi buruk. Bila ia bermimpi, ia hanya akan melihat mimpi yang menggembirakan, misalnya seolah-olah ia sedang melakukan suatu persembahan, seolah-olah ia sedang mendengarkan Dhamma. Tetapi ia tidak melihat mimpi yang buruk yang terjadi pada kebanyakan orang. Misalnya seperti dikepung oleh para penjahat, diancam oleh binatang buas, jatuh kedalam jurang, dan lain sebagainya.

Ia dicintai oleh makhluk (manusia): ia disayang dan dicintai oleh manusia, sama seperti sebuah kalung yang dikenakan di leher, atau seperti sebuah rangkaian bunga yang dipakai untuk menghiasi kepala.

Ia dicintai oleh makhluk (bukan manusia): ia juga disayang oleh makhluk bukan manusia, sebagimana seperti ia disayang oleh manusia, seperti contoh dalam kasus Visakha Thera.

Alkisah Visakha adalah seorang tuan tanah di Pataliputta (Patna). Jika ia tinggal disana ia mendengar: Pulau tambah tani (Ceylon), tampaknya dipercantik dengan sebuah tanda kehormatan berupa kuil-kuil dan bersinar dengan jubah kuning, dan disana seorang laki-laki dapat duduk atau berbaring dimanapun ia suka, disana cuacanya baik, orang-orangnya baik, Dhamma yang dibabarkan juga baik, dan semua hal yang baik ini dapat diperoleh dengan mudah disana.

Para dewa menjaganya: para dewa menjaganya seperti seorang ibu dan ayah yang yang menjaga mereka.

Api, racun, dan senjata yang tidak mempan, tidak bisa masuk: tubuh dari seorang yang memiliki cinta kasih, seperti api pada kasus seorang wanita umat awam bernama Uttara dan seperti racun pada kasus Sang penguncar Sanyutta. Culla-siva Thera, seperti pisau pada kasus samanera Sankicca semuanya itu tidak dapat mengganggu tubuh-tubuh tersebut, itulah yang dimaksud.

Dan mereka juga menceritakan kisah tentang sapi disini. Alkisah, seekor sapi betina sedang menyusui anaknya. Seorang pemburu berpikiran akan

  
menombaknya, lalu ia membidikkan tombaknya yang panjang dan melemparkannya.

Ketika tombak itu mengenai tubuh sapi, tombak itu terpental bagai selembar daun palem dan hal itu bukan dikarenakan oleh adanya konsentrasi akses atau terserap dari sapi itu, tetapi semata-mata karena kekuatan cintanya yang memusat kepada anaknya. Jadi betapa hebatnya kekuatan cinta kasih itu.

Pikirannya mudah dikonsentrasikan: pikiran dari seseorang yang memiliki cinta kasih dapat dengan cepat dikonsentrasikan, tiada kelambanan yang menghambatnya. Ekspresi wajahnya tenang: wajahnya mempunyai ekspresi yang tenang, seperti buah palmyra yang lepas dari tangkainya.

Ia meninggal dengan tidak gelisah: Tidak ada ketakutan tentang kematian bagi seseorang yang memiliki cinta kasih. Ia meninggal dengan tenang seolah-olah ia tidur lelap.

Jika ia tidak dapat menembus yang lebih tinggi: Jika tidak dapat mencapai hasil yang lebih tinggi dari apa yang bisa dicapai dengan metta atau mencapai Arahat, maka bila ia meninggal dari kehidupan ini, akan terlahir di Alam Brahma bagaikan orang yang terbangun dari tidur.

Inilah penjelasan yang terperinci dari pengembangan cinta kasih (Metta).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar