alamat redaksi

Alamat Redaksi : Yayasan Buddhayana Vidyalaya Jl. Sultan Haji No.80, Sepang Jaya Kec. Kedaton Bandar Lampung

Edisi Buletin

Sabtu, 26 Februari 2011

Misteri Tibet


Penghargaan yang besar kepada Dalai Lama juga disulut oleh ide kuno orang Barat bahwa Tibet bagaikan Shangri-La yang terpencil.
"Orang Barat dilarang masuk ke Tibet dari tahun 1792-1903," ujar Hill. "Kebijakan itu menimbulkan satu misteri. Ada satu negara yang benar-benar tertutup untuk orang kulit putih.

Teman Dalai Lama antara lain bintang film Richard Gere
"Ketika kita mulai mendapat informasi lebih banyak, kita mendapat kesan bahwa Tibet adalah tanah ajaib nan indah yang tersembunyi. Jadi itu semacam produk buku mengenai petualangan."
Juga ada perasaan bahwa Dalai Lama adalah tokoh penuh perhitungan secara politik sedemikian rupa yang membuat hal itu sebenarnya tidak betul.
"Dia semacam tokoh dalam banyak gerakan - gerakan hak binatang, sinkretisme keagamaan," ujar Norman. "Ada banyak ide orang yang dihubungkan dengan Dalai Lama."
Kebingungan dunia Barat akan Dalai Lama paling mudah digambarkan dengan melihat pandangannya mengenai hak-hak kaum homoseksual.
Dia telah mengemukakan tidak mendu


kung hubungan seksual sesama jenis, atau oral seks di kalangan pasangan heteroseksual, namun seringkali dia memberi gambaran yang sumir atas pandangannya itu.
"Dia akan mengatakan, itu pilihan anda, terserah pada suara hati masing-masing. Dia sangat sadar diri untuk tidak menyinggung orang."
Norman mengatakan sebagian warga Tibet yang mengasingkan diri di luar negeri mengkritik Dalai Lama karena mendukung gerakan tanpa kekerasan yang moderat. Sementara lawan-lawan agamanya mengatakan dia salah karena memuja dewa bernama Shugden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar